Fahami Syarat Qurban Yang Syah Menurut Syariat

syarat qurban, syarat hewan qurban

Alternatifmu.com – Syarat Qurban, Seluruh umat muslim di dunia dalam waktu dekat ini akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H. Hal ini nampak dengan mulai ramainya pedagang hewan ternak yang menjajakan dagangannya untuk memenuhi kebutuhan Hewan untuk ibadah qurban.

Sebagian besar ulama menyampaikan bahwa ibadah qurban hukumnya sunnah mu’akkadah. Sedangkan, Madzhab Hanafi menyatakan bahwa ibadah qurban hukumnya wajib bagi orang yang mampu.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, kurban memiliki banyak manfaat kebaikan. Di antaranya adalah untuk mendekatkan diri pada Allah swt dan menjaga interaksi antar sesama manusia.

Namun, sebelum melakukan ibadah qurban umat Islam wajib  memperhatikan syarat sah berqurban. Karena, bila salah satu syarat tidak dipenuhi maka qurban dapat dianggap tidak sah. Lalu apa saja syarat-syarat sah kurban?

Syarat Muslim yang Berkurban

Seseorang yang akan berqurban wajib memperhatikan Syarat syarat syah berqurban dibawah ini :

  1. Muslim : Ibadah Qurban merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Oleh karena itu, non muslim tidak mempunyai kewajiban untuk berkurban.
  2. Mampu : Perintah berkurban lebih dianjurkan pada umat muslim yang mampu secara finansial untuk membeli hewan qurban. Seseorang dianggap mampu berkurban bila sudah menuntaskan kewajiban nafkah terhadap keluarganya.
  3. Baligh dan Berakal : Ibadah qurban ditujukan untuk orang dewasa yang berakal sehat. Oleh karena itu, orang yang belum baligh dan nir berakal tidak dibebani qurban.

Baca Juga : Tips Merawat Luka Agar Terhindar dari Infeksi

Syarat Hewan Qurban

Tidak semua jenis hewan bisa dijadikan sebagai hewan qurban. Hewan-hewan tersebut wajib  memenuhi ketentuan ketentuan syar’i berikut ini :

  1. Hewan ternak (Unta, Sapi, Kerbau, kambing, atau domba).
  2. Cukup umur (kambing wajib  berusia 1 tahun atau lebih, sapi dan kerbau minimal berusia dua tahun, dan unta minimal lima tahun).
  3. Kondisi fisik yang prima (sehat, gemuk, tidak cacat, tidak pincang, serta tidak buta).

Syarat Pelaksanaan Kurban

Penyembelihan hewan kurban baru boleh dilakukan sehabis sholat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah dan 11, 12, 13 Dzulhijjah (hari Tasyrik). Dan qurban yang disembelih dalam hari pertama sebelum matahari terbenam hukumnya sunah.

Pequrban diperbolehkan untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya. Atau apabila tidak mampu, ia bisa mewakilkannya kepada seorang muslim yang faham terhadap adab dan tata cara penyembelihan hewan qurban.

Pada umumnya, tata cara penyembelihan hewan qurban yang memenuhi ketentuan syar’i adalah membaca bismillah, membaca sholawat nabi, menghadap ke arah kiblat, membaca takbir 3x, tidak menampakan alat potong pada hewan kurban, menggunakan pisau yang tajam supaya tidak menyakiti hewan qurban, dan tidak boleh mematahkan leher hewan sebelum benar-benar mati.

Syarat Pembagian Daging Qurban

Hewan kurban yang sudah disembelih hendaknya segera dibagikan pada shahibul qurban (orang yang berkurban) dan fakir miskin. Menurut pendapat Mayoritas ulama yang didasarkan  pada hadist nabi saw, pembagiannya adalah sebagai berikut :

  1. 1/3 Bagian untuk orang yg berqurban.
  2. Untuk sedekah 1/3 Bagian.
  3. 1/3 Bagian lagi untuk dihadiahkan.

Ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa qurban yang diterima orang miskin berstatus tamlik (hak kepemilikan secara penuh) sehingga daging kurban yang diterima dapat dikonsumsi sendiri, dijual, disedekahkan, dan lain sebagainya. 

Sedangkan, qurban yang diterima orang kaya bukan menjadi hak milik secara utuh, artinya Ia hanya diperbolehkan menerima daging qurban untuk alokasi yang bersifat konsumtif dan tidak boleh djual.