Apa itu Saham Pengertian Jenis Keuntungan dan Resikonya

Apa Itu Saham Definisi Jenis Serta Keuntungan dan Resikonya

Alternatifmu.com – Sebagian besar milenial dan investor pemula masih bingung terkait apa itu saham, apa saja jenisnya, apa saja untung ruginya dan bagaimana cara membelinya. Dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap semua pertanyaan pertanyaan tersebut.

Menurut BEI Bursa Efek Indonesia saham adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau PT (Perseroan Terbatas), dengannya investor berhak atas deviden sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.  

Kepemilikan saham ini berarti individu maupun badan dapat mengklaim kepemilikan sebuah perusahaan terbuka yang ada di pasar modal. Dengan ini investor berhak hadir dalam RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham walaupun hanya memiliki 1 lot atau 100 lembar.

Untuk memiliki saham seseorang harus membelinya dipasar modal, jenis instrument yang diperjual belikan dipasar modal adalah instrument keuangan jangka Panjang seperti Equity (Modal) Surat Hutang (Obligasi) Reksadana dan instrument lainnya.

Baca Juga : Apa itu Reksadana Keuntungan Serta Postif Negatifnya

Dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jenis saham di Bursa Efek Indonesia dibagi kedalam 9 sektor sebagai berikut :

  1. Pertanian.
  2. Pertambangan.
  3. Industri dasar dan kimia.
  4. Industri mesin.
  5. Industri barang konsusmsi.
  6. Properti dan konstruksi bangunan.
  7. Infrastruktur dan Transportasi.
  8. Keuangan.
  9. Perdagangan Jasa dan Investasi.

Selain dibagi berdasarkan sektor, instrumen investasi ini juga dibagi berdasarkan prioritas pembagian keuntungan atau deviden kepada investor. Secara umum jenis saham terbagi menjadi dua yakni Common Stock (Saham biasa) dan Preferren Stock (Saham Preferen).

Preferren Stock adalah saham yang investornya memperoleh prioritas dalam pembagian dividen perusahaan. Sekaligus diprioritaskan dalam pengembalian modal dari pembagian aset ketika perusahaan dilikuidasi.

Sedangkan, Common Stock adalah bukti kepemilikan atas perusahaan yang tidak memiliki keistimewaan apapun dalam prioritas mendapatkaan dividen.

Keuntungan dan resiko

Saham merupakan instrument investasi yang memiliki risiko paling tinggi dibandingkan instrumen investasi lain, seperti Reksadana, obligasi, deposito, tabungan berjangka, atau emas.

Sejalan dengan risikonya yang tinggi, Instrumen investasi ini juga memberikan return atau keuntungan yang lebih tinggi pula dibandingkan dengan instrument investasi yang lain.

Resiko kerugian yang paling sering terjadi dalam instrumen ini adalah harga jual yang lebih rendah dibandingkan saat pembelian. Kerugian akan semakin besar jika kondisi perekonomian dunia memburuk yang menyebabkan harga anjlok seperti saat adanya pandemic covid 19.

Harga saham tidak hanya bergantung pada kinerja perusahaan, namun juga sangat dipengaruhi psikologi pasar.

Cara membeli saham

Dikutip Bursa Efek Indonesia, untuk membeli, investor hanya perlu menyediakan dana sejumlah harga saham dan biaya transaksi kepada  sekuritas atau fee broker.

Untuk penjualan, total dana yang diperoleh investor adalah nilai sejumlah harga jual dikurangi biaya transaksi dan PPh.

Biaya transaksi setiap perusahaan sekuritas nilainya berbeda-beda, umumnya 0,2 sampai 0,3 persen dari nilai transaksi pembelian termasuk PPN dan khusus untuk transaksi penjualan ditambah PPh 0,1 persen.

Walaupun kepemilikan saham dihitung perlembar, namun untuk membeli tidak bisa dilakukan perlembar, namun harus dilakukan dalam lot, minimum pembelian 1 lot. Dalam 1 lot berisi 100 lembar.

Modal beli saham

3 Faktor yang sangat menentukan antara lain harga saham perusahaan yang akan dibeli, fee transaksi sekuritas, dan jumlah lembar yang akan dibeli. Saat ini, dengan modal Rp. 100.000 anda sudah bisa membeli saham di BEI untuk investor pemula.

Sebagai contoh, pada Januari 2021 Roby membeli saham PT XYZ sebanyak 2 lot dengan harga Rp 1.000 per lembar. Kemudian perusahaan sekuritas memberikan biaya transaksi sebesar 0,3 persen.

Maka, total jumlah modal yang dibutuhkan adalah Rp 200.600. Rinciannya Rp 200.000 (2 lot x 100 lembar x Rp 1.000) untuk membeli. Lalu biaya transaksi Rp 600 dari 0,3 persen x Rp 200.000.

Setahun berselang pada Januari 2022, Roby memutuskan menjual 2 lot saham PT XYZ miliknya. Saat itu harga saham PT XYZ sudah mengalami kenaikan menjadi Rp 1.200 per lembar.

Dalam transaksi ini, Roby dikenakan biaya transaksi sebesar 0,3 persen dan pajak PPh atas transaksi jual 0,1 persen.

Maka, total uang yang akan didapatkan Roby dari penjualan saham PT XYZ adalah Rp 239.040. Rinciannya, Roby menerima Rp 240.000 (2 lot x 100 lembar x Rp 1.200) dari saham PT XYZ yang dijual. Kemudian dipotong biaya transaksi Rp 720 (0,3 persen x Rp 240.000) dan pajak PPh sebesar Rp 240 (0,1 persen x Rp 240.000).

Tahapan membeli saham

  1. Siapkan KTP, NPWP, buku tabungan, dan meterai.
  2. Daftar melaui online atau datang ke kantor perusahaan sekuritas terdekat.
  3. Mengisi formulir pendaftaran sebagai investor pasar modal.
  4. Menyetorkan dana awal ke nomor rekening dana investor atau RDI. Setiap sekuritas memiliki ketentuan yang berbeda-beda terkait besaran setoran dana awal.
  5. Kemudian investor akan diberikan akses masuk ke akun dashboard untuk melakukan transaksi jual beli, seperti user ID, Pasword dan PIN Transaksi.

Sebagai informasi, perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang sudah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan kegiatan sebagai perantara perdagangan efek (broker).

Sedangkan RDI atau rekening dana investor adalah rekening di bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas) yang digunakan investor untuk transaksi jual beli.

Lakukan konsultasi atau berikan pertanyaan kepada pihak sekuritas jika anda masih pemula, seperti bagaimana cara membeli sesuai dengan modal yang dimiliki.

Carilah informasi sebanyak banyaknya dan pelajari sekaligus analisis perusahaan mana yang memiliki prospek bagus dimasa depan untuk dikoleksi kedalam portofolio investasi.

Setiap sekuritas biasanya sudah menyediakan berbagai analisis prospek  gratis. Informasi ini bisa diperoleh melalui situs ataupun aplikasi.

Sebagai investor pemula disarankan untuk mempelajari berbagai analisis, seperti analisis teknikal dan analisis fundamental.

Pergerakan harga yang sangat fluktuatif mengharuskan perusahaan sekuritas untuk menyediakan informasi data update perubahan harga, baik naik maupun turun, yang bisa diakses dengan mudah melalui website ataupun Apps.