Wajib Tahu, Ini Poin-Poin Penting dalam Pelatihan K3

pelatihan k3

Permenaker No. 2 tahun 1992 telah mengatur soal Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setiap perusahaan yang terdiri atas 100 karyawan atau lebih wajib memiliki Ahli K3 Umum untuk memberikan pelatihan. Begitu pun dengan bidang pekerjaan yang berisiko tinggi. Demi mencegah kecelakaan kerja, setiap perusahaan wajib memberikan pelatihan K3. Kini bukan hanya perusahaan pertambangan, konstruksi, dan manufaktur yang butuh pelatihan keselamatan kerja, melainkan juga jenis lain.

Nah, sudah tahukah Anda tentang poin-poin penting berikut ini?

Pelatihan K3 Harus Dilakukan Berulang Kali Jika Pekerja Gagal

Ya, gagal dalam konteks ini ialah gagal memahami dan menerapkan pengetahuan baru yang diajarkan selama pelatihan. Supervisor wajib memantau kemajuan setiap peserta pasca-pelatihan untuk mengukur keberhasilan mereka menerapkan prosedur K3.

Materi Pelatihan K3 Disajikan Secara Bertahap dan Sistematis

Materi pelatihan wajib dijelaskan secara berurutan dan bertahap. Jadi, tidak langsung banyak informasi disampaikan agar peserta tidak lelah. Pelatihannya pun harus sistematis terutama saat menjelaskan cara menyelesaikan pekerjaan dengan aman.

Penting, Cepat Laporkan Jika Terjadi Insiden, Kecelakaan, Penyakit Akibat Kerja (PAK), dan Cedera

Kecelakaan kerja mungkin saja terjadi di bidang pekerjaan apa pun. Karena itu, peserta perlu diberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai prosedur pelaporan jika terjadi insiden selama pelatihan.

Pelatihan K3 kepada Pekerja yang Terkena Dampak Perubahan Kebijakan dan Prosedur Pekerjaan

Setiap pemberi kerja sebaiknya melakukan pertemuan rutin atau pelatihan K3 terkait perubahan kebijakan dan prosedur pekerjaannya. Perubahan sekecil apa pun disampaikan secara konsisten agar pekerja sadar bahwa penerapan K3 penting diterapkan.

Penyegaran Materi Pelatihan K3 Khusus untuk Pekerjaan Berisiko Tinggi

Khusus bidang pekerjaan berisiko tinggi dan berpotensi rawan kecelakaan, semisal konstruksi, harus diberikan penyegaran materi. Adapun penyegaran dan pelatihan K3 ini dilakukan agar prosedur kerja tetap aman dan berjalan baik. Untuk menghemat biaya dan efektivitas waktu, Anda bisa memanfaatkan training VR. Sekadar mengingatkan kembali, Smarteye pernah mengulas contoh pelatihan VR dalam industri berisiko tinggi. Anda bisa membuat environment pelatihan dalam wujud 3D interactive ataupun foto 360.

Poin-Poin Penting dalam Pelatihan K3
Foto oleh rawpixel.com dari Pexels

Komunikasi Terbuka Antara Pekerja dan Manajemen

Perusahaan sebaiknya tak sekadar mempekerjakan, tetapi juga menjalin komunikasi yang baik dengan pekerjanya. Pendekatannya, antara lain, dengan mengenali karakter pekerja dan membuka ruang komunikasi agar mereka lebih nyaman. Beri motivasi kepada pekerja Anda untuk menyampaikan pendapat ataupun pertanyaan selama pelatihan. Anda pun, sebagai pemberi kerja, memberikan feedback atas partisipasi mereka dalam pelatihan.

Berikan Materi Pelatihan Keselamatan Kerja yang Disertai Alat Bantu Visual atau Contoh Langsung

Materi pelatihan yang diberikan secara lisan saja tak cukup. Agar pekerja Anda terlibat dalam pelatihan K3, manfaatkanlah teknologi terkini berupa AR atau VR 3D interactive. Anda bisa merancang sendiri situasi pelatihan sesuai aslinya sehingga pekerja lebih paham.

Amati Kinerja Pekerja Pasca-Pelatihan K3

Sehubungan poin 1, sebagai supervisor Anda wajib mengevaluasi pekerja setelah lulus pelatihan. Perhatikan apakah mereka melakukan pekerjaan sesuai prosedur kerja yang aman atau belum.

Gunakan Studi Kasus Saat Pelatihan

Selama materi pelatihan, Anda boleh memberikan contoh studi kasus kecelakaan kerja yang pernah terjadi. Tujuannya, pekerja semakin paham bahwa penerapan K3 wajib diterapkan demi keselamatan jiwa.

Berikan Materi Spesifik Terkait Pekerjaan

Adapun materi spesifik yang dimaksud ialah seputar mesin atau alat yang digunakan dan pekerjaan. Karena itu, peserta pelatihan K3 wajib diberi pemahaman tentang prosedur pengoperasian yang jelas. Pengetahuan dan keterampilan K3 tertentu memastikan bahwa pekerja mampu menjalankan mesin dengan benar.

Nah, itu tadi 10 poin penting terkait induksi keselamatan kerja. Sebagai pemberi kerja, sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk mencegah kecelakaan kerja. Salah satunya, dengan menerapkan poin-poin tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*