Vaksin Corona Akan Disuntikkan Untuk Semua Orang?

vaksin corona

Vaksin Corona – Virus corona menjadi topik terpanas sejak setahun terakhir dimulai pada Januari 2020. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa jutaan orang dalam setahun belakangan.

Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Dilaporkan kemudian bahwa banyak pasien yang menderita virus ini dan ternyata terkait dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut. Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.

Virus ini dapat menular dengan sangat mudah melalui transmisi cairan, air dapat membawa virus dari pasien ke orang lain yang berada dalam jarak sekitar satu meter. Air yang dimaksud biasanya berupa cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin.

Penularan melalui transmisi dari udara virus corona bisa menyebar dalam jarak jauh melalui udara. Cara ini sama dengan cara virus flu, SARS, variola, dan norovirus menular dari satu orang ke orang lainnya.

Penularan melalui transmisi kontak: virus dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir (seperti mata, lidah, luka terbuka, dan lain-lain). Transmisi juga bisa berlangsung melalui darah yang masuk ke tubuh atau mengenai selaput lendir.

Penularan lainnya dapat terjadi akibat kontak dekat dengan pasien, keluarga, orang yang tinggal serumah, petugas medis, atau bahkan orang yang sempat berada dekat dengan pasien rentan untuk tertular.

Virus ini telah bertransformasi menjadi wabah global yang disebut sebagai Pandemi yang memaksa Tenaga-tenaga medis seluruh dunia berupaya untuk menemukan obat atau vaksin sesegera mungkin untuk mengobati dan memutus mata rantai penularan virus corona ini.

Saat ini vaksin corona telah ditemukan namun vaksin ini juga menemui pro dan kontra untuk penggunaanya, tidak sedikit masyarakat yang takut akan vaksin tersebut namun disisi lain Pemerintah telah mengadakan vaksin corona ini secara massal bahkan ada yang langsung import dari negara awal mula kemunculan virus ini, Tiongkok.

Apa itu vaksin

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit-penyakit  tertentu. 

Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. 

Agen merangsang system imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan.

Begitu juga dalam hal wabah Pandemi Cocid19 ini vaksin yang telah ditemukan akan disuntikan kepada masyarakat global dengan maksud untuk mematikan atau menghancurkan virus conanya itu sendiri. Pengaplikasian vaksin pada objek yang dipilih inilah yang bisa disebut sebagai Vaksinasi.

Kapan Vaksinasi dilakukan ?

Vaksin menjadi hal yang diprioritaskan pengembangannya saat terjadi wabah terutama yang disebabkan oleh virus baru seperti corona. Vaksinasi corona tahap awal di Indonesia akan mulai dilaksanakan pada 13 Januari 2021.

Sejumlah kelompok prioritas penerima vaksin corona telah ditentukan oleh pemerintah. Misalnya, pada tahap awal (Januari-April 2021) penyuntikan vaksin Corona akan diberikan pada kelompok, seperti tenaga kesehatan, pejabat publik, dan sejumlah tokoh agama di daerah.

Namun, tak semua orang dari kelompok tersebut dapat disuntik vaksin Corona. Pasalnya, salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tubuh harus dalam kondisi sehat.

Syarat penerima vaksin corona

Sejumlah syarat penerima vaksin Corona pun telah direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Di antaranya sebagai berikut, dikutip dari Juknis Kemenkes RI.

  1. Jika pernah mengidap COVID-19, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis, vaksin Corona tidak diberikan.
  2. Jika tekanan darah di atas 140/90 mmHg, vaksin corona tidak diberikan.
  3. Bagi yang mengidap penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, vaksinasi tidak diberikan.
  4. Apabila suhu badan penerima vaksin sedang demam (di atas 37,5 derajat Celcius) disarankan vaksinasi ditunda terlebih dahulu. Begitu pula dengan pasien yang pernah mengidap penyakit paru.

Selain syarat diatas orang yang memiliki penyakit komorbid tertentu juga tidak disarankan untuk menerima vaksin. Penyakit komorbid apa saja yang belum layak mengikuti vaksinasi covid19? 

Berikut penyakit komorbid yang belum layak menerima vaksin corona atas rekomendasi PAPDI, khususnya pada vaksin Corona buatan Sinovac.

  1. Penyakit Autoimun Sistemik (SLE, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)
  2. Sindrom Hiper IgE
  3. Pasien dengan infeksi akut Pasien dengan kondisi penyakit infeksi akut yang ditandai dengan demam yang menjadi kontraindikasi vaksinasi.
  4. PGK (penyakit ginjal kronis) dialisis, PGK non dialisis, tranlsplantasi ginjal, sindrom nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid. pada pasien PGK non dialisis, PGK dialisis, resipien transplantasi, dan sindroma nefrotik yang menerima imunosupresan/ kortikosteroid.
  5. Hipertensi
  6. Gagal jantung
  7. Penyakit jantung koroner
  8. Rematik autoimun
  9. Penyakit-penyakit gastrointestinal
  10. Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun
  11. Kanker
  12. Pasien hematologi onkologi

Studi klinis Sinovac tidak melibatkan pasien dengan kondisi tersebut. Dengan tidak adanya data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.