Cara Menangani Risiko Bisnis dengan Manajemen Risiko di Dunia Asuransi

risiko bisnis dengan manajemen risiko

Manajemen risiko – Risiko ada dimana-mana, termasuk dalam menjalankan bisnis atau usaha. Ketika memulai bisnis atau usaha apapun pastinya akan berhadapan dengan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan risiko. Pelaku bisnis yang sukses maupun yang sedang merintis usaha tidak akan lepas dari risiko bisnis.

Risiko bisnis adalah sebuah akibat yang bisa saja terjadi pada bisnis yang sedang berlangsung maupun di masa datang. Risiko mengandung ketidakpastian dan akan berdampak kerugian, baik besar maupun kecil. Risiko bisnis biasanya muncul karena faktor eksternal dan internal termasuk dari pelaku bisnis tersebut karena kegiatan operasional dan keputusan yang diambil dalam menjalankan bisnis.

Menurut konsultan H. A. Abbas Salim, terdapat tiga faktor yang bisa memengaruhi ketidakpastian sehingga akan menyebabkan kerugian, di antaranya adalah:

  1. Ketidakpastian yang disebabkan oleh ekonomi.
  2. Ketidakpastian yang disebabkan oleh alam, dan,
  3. Ketidakpastian yang disebabkan oleh perilaku manusia.

Risiko di tiap bisnis dan industri biasanya unik dan berbeda. Karenanya, sangat penting untuk memahami risiko bisnis sebelum mulai menentukan tindakan pencegahan.

Penanganan risiko bisnis yang tepat tentu saja memerlukan strategi yang benar. Melakukan manajemen risiko bisnis adalah sangat disarankan untuk mengetahui jenis risiko yang dihadapi sekaligus meminimalkan risiko bisnis.

Berikut adalah beberapa tips dalam melakukan manajemen risiko bisnis:

1. Identifikasi risiko

Cobalah untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin bisa terjadi dari segala sisi, mulai dari sisi operasional, keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, lingkungan, dan lainnya. Dari identifikasi risiko tersebut, buatlah daftar risiko bisnis yang kemungkinan bisa menimpa bisnis yang sedang dijalankan maupun yang dapat terjadi.

2. Urutkan risiko berdasarkan dampak kerugian

Dari daftar risiko bisnis yang telah dibuat, urutkan berdasarkan dampak kerugian terkecil sampai yang paling besar, lalu fokuslah pada risiko terbesar yang dampaknya bisa berakibat luas dan terjadi berulang-ulang. Cari kemungkinan dampak dari urutan risiko bisnis tersebut terhadap karyawan, keuangan, operasional, produksi, lingkungan maupun reputasi perusahaan.

3. Kontrol risiko

Dari daftar urutan risiko bisnis dengan berbagai dampak kerugian tersebut, lakukan kontrol risiko dengan melakukan beberapa tindakan untuk penanggulangan dalam meminimalisir risiko bisnis berupa:

  1. Risk avoidance (menghindari risiko) – tindakan dengan tidak melakukan aksi atau menghindari risiko dari risiko bisnis yang dapat terjadi.
  2. Risk reduction (mengurangi risiko) — tindakan untuk mengurangi dampak kerugian dari risiko bisnis yang bisa terjadi. Jadi risiko tetap terjadi namun dampak kerugiannya bisa diminimalisasi.
  3. Risk transfer (memindahkan risiko) — tindakan dengan mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain yang akan menanggung risiko bisnis.
  4. Risk retention (menerima risiko) —- tindakan yang dipilih atas penerimaan dampak kerugian atas risiko bisnis yang terjadi karena tidak ada cara lain. 

4. Pantau dan tinjau risiko

Setelah berhasil mengidentifikasi risiko dan memilih stretegi yang bisa digunakan dari daftar urutan risiko bisnis yang telah dibuat, terakhir adalah memantau semua gejala yang bisa memicu terjadinya risiko bisnis. Jika ada isu yang muncul dan berpotensi menjadi risiko, maka segeralah bersiap untuk melakukan penanganan terhadap isu tersebut. Jangan lupa untuk melakukan evaluasi terhadap tindakan yang sudah dilakukan untuk menanggulangi atau meminimalkan risiko bisnis berhasil atau tidak sesuai dengan rencana yang dibuat.

5. Asuransi Bisnis

Beragam risiko bisnis dapat diminimalisir dengan melakukan manajemen risiko yang tepat. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan oleh perusahaan yakni dengan membeli asuransi bisnis yang dapat melindungi risiko secara finansial sehingga perusahaan bisa menekan kerugian apabila salah satu risiko terjadi.

Untuk melakukan Manajemen risiko bisnis dengan hasil insight yang baik, disarankan para pelaku usaha berkonsultasi dengan broker asuransi. Pilih broker asuransi yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang baik, serta memahami berbagai risiko bisnis yang dihadapi perusahaan, misalnya Marsh Indonesia yang sudah beroperasional lebih dari 35 tahun dan hingga saat ini melayani lebih dari 5.900 klien dari beragam industri.

Marsh akan merancang manajemen risiko bisnis dan penanganannya untuk meminimalisir risiko kerugian bsinis. Pelayanan konsultasi risiko bisnis yang dilakukan cukup beragam, mulai dari risiko industri bisnis (properti, cyber, business interruption & supply chain, dsb.) manajemen risiko kesinambungan bisnis (business continuity management), sampai risiko layanan Akuntansi Forensik dan Klaim (FACS).

Broker asuransi juga akan menelusuri pasar asuransi di Indonesia untuk mencari Insurer (perusahaan asuransi atau penanggung risiko) yang sesuai dengan kebutuhan klien. Selain itu, nilai tambah yang dapat diberikan dengan menggunakan broker asuransi adalah syarat dan ketentuan produk asuransi yang bisa diperluas, serta layanan konsultasi ketika terjadi klaim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*